Mengenali Ciri-Ciri Pohon di UGM

Tugas Kuliah Fitogeografi X

Dosen : Atus Syahbudin

Cara untuk mengenali 65 jenis pohon adalah sebagai berikut       :

  1. Menulis ulang nama lokal pohon beserta nama ilmiahnya. Dengan begitu saya dapat lebih mengingat nama-nama pohon lokal maupun ilmiahnya karena menulis ulang di selembar kertas akan membuat saya lebih hafal berkaitan dengan nama lokal maupun nama ilmiah pohon. Tidak hanya menulis nama pohon, saya akan menulis ciri-ciri umum pohon yang paling mudah dikenali seperti ciri-ciri pada batang, daun, tajuk, maupun warna kulit batang. Tidak perlu menulis identifikasi lengkap pohon karena akan lebih sulit ketika menghafal ataupun mengenali suatu pohon. Saya hanya menulis ulang ciri khas pohon yang sekiranya mudah untuk dikenali dan berbeda dengan pohon lain, dengan begitu akan lebih mempermudah saya dalam mengenali pohon meskipun dalam jumlah yang banyak. Menulis ulang nama pohon lokal maupun ilmiah beseta ciri khas pohon merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mengenali pohon dengan baik dan tepat.
  2. Membawa kamera pada saat praktikum dilakukan dan mengambil gambar pohon yang sedang diidentifikasi serta memberi nama gambar pohon yang telah diambil gambarnya melalui kamera dengan nama lokal maupun nama ilmiahnya. Selain diberi nama pada gambar pohon, saya dapat memberikan sebuah catatan kecil pada gambar tersebut berupa ciri khas yang dimiliki pohon tersebut sehingga saya dapat membuka gambar dan catatan kecil pada gambar sewaktu saya melihat pohon tersebut. Dengan cara ini mengenali pohon jauh lebih mudah dan cepat untuk dilakukan.
  3. Membuat sebuah catatan yang berisi klasifikasi dan ciri khas suatu pohon. Cara tersebut dapat mempermudah saya untuk mengenali jenis pohon dalam jumlah banyak. Karena dengan membuat catatan tersebut dapat diaplikasikan pada saat saya mengamati pohon di lapangan. Melalui catatan tersebut saya dapat membedakan dengan jelas dan mudah antara jenis pohon satu dengan yang lain. Tetapi dalam pembuatan catatan saya harus mengidentifikasi ciri khas pohon yang ada di lapangan dengan teori sehingga tidak menimbulkan rancu pada saat mengenali jenis pohon dalam jumlah yang banyak.

Kendala pada saat mengenali 65 jenis pohon di UGM adalah sebagai berikut       :

  1. Banyak kemiripan ciri khas maupun identifikasi antara pohon satu dengan yang lain sehingga mempersulit saya dalam mengenali banyak jenis pohon. Kemiripan tersebut membuat saya bingung dalam membedakan pohon satu dengan yang lain. Kemiripan banyak terletak pada batang, daun, tajuk, dan warna kulit batang pohon sehingga menimbulkan rancu pada saat mengenali banyak jenis pohon.
  2. Banyak ciri-ciri khas pohon yang diidentifikasi pada saat praktikum di lapangan tidak sesuai denga teori sehingga membuat saya bingung antara teori dengan kenyataan di lapangan. Contohnya pada saat pengidentifikasian kulit batang pohon, pada saat praktikum di lapangan dijelaskan bahwa kulit batang berbentuk pecah berkotak sedangkan pada teori digambarkan bahwa pohon tersebut memiliki kulit batang yang berbentuk beralur. Perbedaan teori dengan penjelasan di lapangan membuat saya bingung dan sulit untuk mengenali banyak jenis pohon.

TUGAS FITOGEOGRAFI POHON FLORA HUTAN PANTAI DAN HUTAN MANGROVE

Tugas Fitogeografi Pohon Flora Hutan Pantai dan Hutan Mangrove

Dosen : Atus Syahbudin

Pertemuan IX, 12 November 2015

 

ADIRHESA HERMAWAN

15/385635/KT/08144

CIRI KHAS POHON FLORA HUTAN PANTAI DAN HUTAN MANGROVE

  1. Flora Hutan Pantai

Formasi Pes Caprae     :

  1. Rumput Lari-Lari (Spinifex littoreus)

Famili Poaceae

  • Tumbuhan ini dicirikan oleh organ generatifnya yang berbentuk seperti landak tetapi ringan, sehingga apabila terlepas dari tumbuhan induk akan berkeliaran tertiup angin pantai.
  1. Cemara Laut (Casuarina equisetifolia)

Famili Casuarinaceae

  • Daunnya mudah gugur, tumbuh merunduk, berbentuk seperti jarum serta berwarna hijau keabu-abuan. Daun cemara laut mereduksi menjadi seperti lidi yang beruas-ruas dan berjumlah 7 – 8 tiap-tiap ruasnya.
  • Terdapat bunga jantan dan bunga betina, bunga jantan berupa bulir memanjang, tunggal, dan terleta pada terminal sedangkan bunga betina terletak pada cabang berkayu yang menyamping.
  • Bagian batangnya yang masih muda bertekstur halus sedangkan batang yang tua bertekstur kasar, tebal, dan beralur.
  • Memiliki akar yang hampir sama dengan pohon kelapa yaitu akar serabut, tebal, dan berkayu. Secara umum pohon ini ditemukan di sepanjang pinggir pantai.
  1. Kelapa ( Cocos nucifera )

Famili Arecaceae

  • Pohon kelapa biasanya berbatang tunggal, batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar.
  • Memiliki akar serabut, tebal, berkayu, berkerumun membentuk bonggol, dan adaptif pada lahan berpasir pantai.
  • Daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat dalam sehingga nampak seperti daun majemuk.
  • Bunga tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi bractea.
  • Pada pohon kelapa terdapat bunga jantan dan betina, sedangkan bungan jantan di bagian yang jauh dari pangkal.
  • Buah berukuran besar berdiameter 10 cm – 20 cm da mempunyai warna kuning, hijau, atau cokelat.

 

Formasi Barringtonia  :

  1. Nyamplung (Calophyllum inophyllum)

Famili Calophyllaceae

  • Bunganya majemuk dan berbentuk tandan.
  • Buah berbentuk bulat seperti peluru berdiameter 2,5 cm – 3,5 cm, berwarna hijau, dan jika buah kering warna berubah menjadi cokelat.
  • Bijinya bulat, tebal, keras, berwarna coklat, dan pada inti terdapat minya berwarna kuning.
  • Memiliki akar tunggang pada sistem perakarannya.
  • Memiliki daun tunggal, bersilang berhadapan, bulat memanjang atau bulat telur, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi rata, pertulangan daun menyrip panjang antara 10 cm – 21 cm, dan lebar antara 6 cm – 11 cm.
  1. Ketapang (Terminalia catappa)

Famili Combretaceae

  • Daun pohon ketapang lebar berbentuk bulat telur dengan pangkal runcing dan ujung daun lebih tumpul. Pertulangan daun sejajar dengan tepi daun berombak. Daunnya meluruh atau meranggas dua kali dalam setahun.
  • Bunga ketapang berukuran kecil dan terkumpul dalam bulir dekat ujung ranting berwarna kuning kehijauan dengan panjang sekitar 8 cm – 25 cm.
  • Buahnya batu berbentuk bulat telur agak gepeng dan bersegi. Saat muda buah ketapang berwarna hijau kekuningan dan berubah menjadi ungu kemerahan saat matang.
  • Akar ketapang berbentuk tunggang.
  1. Waru (Hibiscus tiliaceus)

Famili Malvaceae

  • Daun bertangkai, bundar atau bundar telur bentuk jantung dengan tepi rata, garis tengah hingga 19 cm dan bertulang daun menjari. Daun mahkota berbentuk kipas
  • Bunga berdiri sendiri atau dalam tandan berisi 2 – 5 kuntum.
  • Buah kotak bentuk telur, berparuh pendek, beruang 5 tak sempurna dan membuka dengan 5 katup.
  • Bijinya kecil dan berwarna cokelat.
  • Akar waru berbentuk akar tunggang dan berarna putih kekuningan.
  1. Kepuh (Sterculia foetida)

Famili Malvaceae

  • Daunnya majemuk menjari, bertangkai12,5 cm – 23 cm, dan berkumpul di ujung ranting. Anak dau berjumlah 7 – 9, jorong lonjong dengan ujung dan pangkal meruncing serta panjang 10 cm – 17 cm.
  • Bunga majemuk dekat ujung ranting, panjang 10 cm – 15 cm, berwarna hijau atau ungu pudar dengan kelopak yang berbagi 5 mahkota.
  • Buah berbentuk bumbung besar, lonjong gemuk, berkulit tebal, dan berwarna merah terang.
  • Biji berjumlah 10 – 15 butir per buah dan melekat dengan aril berwarna kuning.
  1. Dungun (Heritiera littoralis)

Famili Malvaceae

  • Daun tersusun dalam spiral, tunggal atau majemuk menjari, dan beranak daun banyak. Tangkai daun menggembung di kedua ujungnya, pertulangan daun sekunder menonjol di sisi bawah.
  • Perbungaan dalam di ketiak, berambut banyak atau sedikit di pangkal, bersisik setidaknya dekat ujungnya. Bunga berkelamin satu, sangat kecil, kelopak kurang lebih bentuk lonceng, dan mahkota tidak ada.
  • Buah berbentuk menjorong atau bulat, tidak memecah, dan rigi memanjang di bagian luar yang membesar membentuk sayap ( buah samara ).
  • Ranting-ranting biasanya ramping membulat dan mempunyai akar tunggang.

 

  1. Flora Hutan Mangrove
  1. Apiapi(Avicenia spp.)

Famili Avicenniaceae

  • Mempunyai akar penghisap udara berbentuk pinsil yang mencuat ke permukaan tanah lumpur.
  • Daun agak tebal, ada yang berbentuk bulat lonjong atau berbentuk elips agak meruncing dibagian ujungnya, berukuran antara 3 cm – 18 cm bergantung spesiesnya.
  • Memiliki bunga yang berukuran kecil berdiameter 4 mm – 5 mm dan berwarna putih, kuning, sampai jingga.
  • Buahnya berukuran kecil antara 2,5 cm – 4 cm yang berbentuk bulat dan terbungkus kelopak pelindung yang berbulu
  1. Bakau(Rhizopora spp.)

Famili Rhizoporaceae

  • Daun berbentuk oval atau elips, agak keras, mengkilap berwarna hijau kekuningan dan tangkainya berwarna merah.
  • Pohon bakau berbunga sepanjang tahun, tetapi berbunga lebih banyak antara bulan april sampai oktober. Bunganya tumbuh kembar, berukuran kecil, kelopaknya 10 mm – 14 mm dan lebar diameternya 8 cm – 10 cm berwarna putih sampai kuning, tidak berbau keras dan mempunyai empat petal.
  • Buahnya bertunas atau vivipar dan berbentuk seperti tongkat yang tumbuh berkembang sebagai tanaman embrio selama masih berada pada pohon induknya
  1. Tancang (Bruguiera spp.)

Famili Rhizoporaceae

  • Memiliki akar papan dan akar lutut. Akar lutut merupakan akar pernapasan yang terdiri atas jaringan seperti sistem sponge dengan banyak piri sebagai tempat menampung udara.
  • Daunnya berbentuk elips yang tumbuh berlawanan di kiri dan kanan dahannya, serta daun berwarna kuning kehijauan.
  • Berbunga sepanjang tahun, bunganya berjumlah sebanyak 1 – 5 tangkai per sudut daun. Kelopak bunganya ada yang berwarna hijau muda, hijau kuning, dan ada yang kemerahan.
  1. Nyirih (Xylocarpus spp.)

Famili Meliaceae

  • Pohon nyirih mepunyai sistem akar berupa akar napas atau permukaan akar seperti pita.
  • Kulit batang bercelah atau bersisik.
  • Daun majemuk menyirip genap, berseling, dan bentuk anak daun jorong atau bulat telur.
  • Bunga mulai tumbuh pada ketiak daun, uniseksual, daun-daun mahkota berwarna putih.
  • Buah kapsul, halus berkayu, bergaris tengah 25 cm, mengandung 6 sampai 18 biji, buah berbentuk seperti buah kelapa bulat berukuran diameter 20 cm – 25 cm dan buah akan pecah ketika kering.
  • Biji berbentuk persegi empat, panjang hingga 6 cm dan berwarna cokelat.
  1. Tingi ( Ceriops spp. )

Famili Rhizoporaceae

  • Mempunyai tipe akar papan yang menopang batang pohon di dasar.
  • Daun tumbuh berpasangan dan berlawanan di kiri kanan dahannya. Warna daunnya hijau gelap di tempat yang rimbun, hijau kekuning-kuningan bila di tempat yang terang dan biasa terkena matahari. Bentuk daun elips atau bulat lonjong dan ujung daun membulat atau agak runcing di tengah.
  • Bunganya relatif kecil berukuran 0,5 cm – 1 cm berwarna putih atau cokelat.
  • Buahnya bertunas atau vivipar, hipokotil, berbentuk panjang runcing, diameter sekitar 1 cm – 1,2 cm dan mempunyai warna daun hijau sampai kecokelatan dengan ukuran panjang antara 15 cm – 25 cm.
  1. Pedada (Sonneratia spp.)

Famili Sonneratiaceae

  • Akar pohon pedada sama seperti pohon apiapi yaitu banyak mengeluarkan akar pasak untuk pernafasan tetapi bentuk dan ukurannya lebih tebal seperti kerucut meruncing di ujung dan menghadap ke atas.
  • Daun pohon pedada berbetuk bulat, bagian ujung daun membulat dan di tengahnya kadang-kadang terdapat bagian kecil berbentuk agak meruncing.
  • Bunga berukuran agak besar dan mempunyai panjang antara 2 cm – 4 cm.
  • Buahnya berbentuk bulat berwarna hijau berdiameter sekitar 5 cm. Kelopak buahnya meruncing dan berjumlah 6 keping.

Sumber            : https://uwityangyoyo.wordpress.com/2011/09/22/312/

https://id.m.wikipedia.org/